Jumat, 18 Desember 2009

VIOLE Promotion "Re-use,Reduce, and Recycle"-


Photographer: Rama Maulana
Product : Flowers Tshirt
Talents : Abiyoso Utomo from S.I.R.A
Concept : Adityo Satrio
Location : Menteng Dalam

VIOLE


Viole is my Brand Clothing line.Viole since in 2009. Started from each individual founder Ideas and Idealism who wants to create products that inspired from indie band & independent scenes, with brainstorming and directing each founders different vision into one business name and starting to create an art works into products, with a big hope that the local community or even world will give their interest to that brand.
Started from small steps With a very minimum financial capital, also minim facility, guerrilla marketing, and mouth promotions, the business were began

Sabtu, 01 Agustus 2009

Vans vs Macbeth




THE MACBETH
Pada tahun 2000, industri action sports melihat ledakan pertumbuhan pemasaran musik. Penempatan produk menjadi kunci branding gaya hidup California sebagaimana band-band pop-punk remaja dari negara bagian San Diego hingga Orange menjadi nomor satu pada chart-chart Billboard. Band-band California ini mewakili seluruh kultur anak muda yang didasari oleh musik dan action sports di West Coast, secepatnya menjadi tampilan dari liputan-liputan publikasi utama media dan titik fokus dari televisi musik global sebagaimana mereka terlihat di atas panggung di seluruh penjuru dunia.
Di tahun 2002, band dengan penjualan platinum Blink-182 telah melihat saham dari corporate yang mensponsori action sports. Perusahaan-perusahaan yang mendistribusikan topi, tshirt, sepatu dan gitar-gitar semuanya berada pada daftar merek yang penjualannya diuntungkan dari ekspose luar biasa para pemusik terhadap kawula muda. Tom DeLonge, penyanyi sekaligus gitaris Blink-182 dan teman sebandnya menjadi frustasi tidak hanya dengan eksploitasi jangkauan media mereka tapi juga kurangnya pemahaman dari team design yang menciptakan produk-produk kolaborasi mereka.
Band Rock yang tumbuh dari garasi suburban California dan merepresentasikan seluruh kultur yang lebih dibutuhkan oleh pemuda dewasa. Mereka telah menjelajahi globe dalam tour, menghadiri acara-acara musik & fashion terbesar di dunia. Mereka membutuhkan produk-produk yang sesuai dengan gaya hidup mereka dan dapat dipakai baik saat di atas panggung maupun tidak. Mereka perlu untuk terlihat baik, merasa baik dan menjadi cukup bertahan untuk siang dan malam-malam yang panjang di jalanan maupun di studio.
Keputusasaan mencapai puncaknya ketika sponsor footwear mereka tampak tidak memahami bahwa sepatu skate yang gemuk & berat bukanlah apa yang mereka cari. Popularitas pasar skateboard menimbulkan kebutuhan akan sepatu lembut yang cukup tebal untuk mempertahankan efek grinding pada saat melakukan trik di atas skateboard. Tetapi DeLonge, yang telah tumbuh dengan ber-skateboard di jalanan San Diego, tempat kelahiran skateboarding, menginginkan sebuah sepatu yang bersih, klasik dan modern dengan siluet yang lebih kecil sehingga dia dapat merasakan efek pedal pada saat berada di panggung, cara yang sama seorang skateboarder harus mampu merasakan board mereka pada saat menyempurnakan trik-trik. Jadi, pada saat itu di tahun 2002 dimana DeLonge bergabung dengan Jon Humphrey, seorang promotor konser berpengalaman dan pemain action sports yang membantu membangun merek skateboard terkenal Adio, menciptakan Macbeth Footwear.
Dinamai sesuai salah satu dari potongan literatur tergelap Shakespeare, Macbeth adalah untuk mengisi kekosongan akan kemajuan fashion footwear yang mencerminkan prilaku dan kultur musik rock sebaik gaya hidup aktif Southern California. Sejak San Diego dikenal dengan keindahan rock-n-roll dan emosionalnya, pembawaan yang santai, itu adalah tempat yang sempurna untuk menyatukan sepatu-sepatu yang mengkombinasikan provokatif dan terkadang gaya gelap dari musik rock dengan cara hidup California yang berkepribadian ramah. DeLonge juga menyukai pesan literatur yang ditegaskan dalam kisah Macbeth, berpikir bahwa hal ini seharusnya mengingatkan kita untuk tidak pernah menjadi terlalu serakah karena hal itu akan selalu menjadi kejatuhan kita sendiri.
Merek Macbeth direpresentasikan oleh “The Notch,” sebuah bentuk bendera panjang. Ini adalah bentuk blok siluet dengan dua titik yang dapat dilihat pada kebanyakan gaya footwear dan diciptakan untuk meniru sebuah bendera yang terbang di udara yang dapat anda lihat ketika memegang sepatu tertentu secara vertikal.
Garis aktual pertama sneaker adalah usaha kolaborasi dari lebih 30 band yang melakukan tour melalui Southern California. Dari punk yang layak dihargai dan kemunculan emo hingga autentik hardcore, setiap orang mendapatkan kesempatan untuk memasukkan rekomendasi mereka. Adalah berasal dari grup inti para pencetus bahwa kehormatan besar dan kekaguman Macbeth untuk kesadaran akan hewan gaya hidup vegetarian berasal. Sepatu pertama Macbeth, The Eliot, benar-benar sesuai dengan vegetarian, hanya menggunakan material-material yang 100 % bebas dari bi-product hewan. Saat ini Macbeth memperluas idealisme itu dengan hanya menggunakan serat-serat sayuran, kulit sintetis dan lem berbahan dasar air pada produk-produk vegetariannya, yang mewakili persentasi lebih lengkap dari keseluruhan produk.


VEGAN STORY
Sebagai tambahan produk-produk Macbeth yang terinspirasi oleh musik, kami juga dikenal untuk support kami terhadap komunitas vegan. Sebuah filosofi yang muncul dari para vegetarian di Britania sekitar 1944, bahwa paham vegan memiliki hubungan dekat dengan subkultur hardcore rock yang meluas di negara bagian San Diego dan Orange pada pertengahan 90-an. Banyak band-band pada saat itu menjadi pengacara yang tegas terhadap paham yang benar-benar tajam, dimana sering kali melibatkan eliminasi terhadap penggunaan atau pengkonsumsian segala jenis produk hewan. Dengan permintaan yang sangat banyak akan sneaker-sneaker modern yang terbuat hanya dari material vegan, sepatu pertama Macbeth, TheEliot, secara alami berkembang menjadi design vegan. Di tahun 2007, Macbeth memenangkan “Best Vegan Skate Shoe” dari Peta2.

STUDIO PROJECTS
Seri Macbeth Studio Project adalah program footwear regular kami yang dibuat oleh kolaborasi artis-artis dalam Macbeth Family. Kami bekerja dekat dengan tiap artis untuk mendesain produk-produk yang mencerminkan personality individu dan kreativitas mereka.
Tujuan dari seri Studio Project adalah memberikan orang-orang yang menginspirasi gaya hidup Macbeth, sebuah bentuk ekspresi baru. Kami fokus pada penggunaan material-material unik, warna dan berbagai karya seni untuk membantu mengekspresikan visi tiap artis pada siluet klasik Macbeth.


Material:
Vegetable Fiber (Canvas, Twill & Denim).
Synthetic Full Grain dan Nubuck Leathers : Kulit Sintetis ini secara luas digunakan karena ketahanannya, mudah dirawat, dapat digunakan pada berbagai hal dan dapat mengalirkan udara. Karakteristik Kulit Sintetis Full Grain secara fisik lebih bersinar sedangkan Nubuck lebih terlihat lembut dan licin
Ballistic Mesh : Sebuah material nilon dengan ketahanan luar biasa digunakan pada bagian teratas yang mana dapat mengalirkan udara dengan baik dan tahan terhadap goresan.
Water Based Synthetic Glue: Tidak seperti perekat lainnya, lem kami 100 % bebas dari produk-produk hewan.
Rubber Outsoles




THE VANS

Paul Van Doren, lahir tahun 1930, tinggal di boston, keluar sekolah waktu dia baru naik ke kelas 3 smp.Akhirnya memutuskan untuk serius dalam hobinya, berkuda.Umur 14, dia sudah memulai ngetrek2 kuda dalam beberapa race lokal dan dapet nickname : 'dutch the clutch' karena stylenya yang aneh dalam berkuda. Ibunya kesal melihat dia kerjanya hanya bermain kuda, tidak menghasilkan uang, akhirnya dia dipaksa untuk kerja di pabrik sepatu sebagai buruh bikin sepatu dan penyapu lantai.
Dalam 20tahun kerja di pabrik sepatu dengan merek Randy's tersebut, dibantu keuletannya bekerja, dia naik trus pangkatnya menjadi vice president dari Randy's. Sesudah itu, dia memutuskan untuk keluar dari perusahaan sepatu itu, pindah ke southern california, membuat perusahaan baru bersama sahabat & adiknya. Dia akhirnya berhasil bikin perusahaan baru yang bernama Van Doren Rubber Company. Waktu itu,cuma ada 3 merek yg bikin vulcanized shoes atau (bisa dibilang) sepatu keds yaitu Randy's,Keds dan Converse. Sekarang, say welcome to Vans. Peristiwa pada taun 1966 ini sekarang terkenal dengan istilah : The Birth of The California Style.
waktu untuk menyiapkan sebuah toko dengan pabrik dalam satu sistem cukup lama juga. Sebelum toko itu dibuka,di depan pintunya terdapat tulisan 'Opening January!'. waktu bulan Januari persiapan belum selesai,tulisannya diganti jadi 'Would You Believe February?'. tapi akhirnya tokonya buka pada tanggal 1 maret 1966. Pada hari pertama, terdapat 16 orang yg datang ke toko,melihat-lihat contoh sample sepatu yang disediakan dan akhirnya pembeli terus disuruh dateng lagi sorenya. Setelah dapet order si Paul Van Doren dan teman-teman langsung cepat-cepat masuk ke pabrik dan bikin sepatunya. Harga sepatu vans waktu pertama keluar = $ 4.99 sistem ini yg dianut vans waktu pertama kali buka. Sehabis itu,setelah toko mulai jalan dengan mulus seorang perempuan datang melihat-lihat di toko.Lalu dia bilang "ini pinknya bagus,tapi saya ingin pink yang lebih terang,itu juga kuningnya bagus,tapi ingin yang lebih tuaan kuningnya".si Paul Van Doren berfikir,'tidak mungkin saya bikin 5 jenis untuk satu warna pink dan 5 jenis lagi buat warna yg lain' trus dia langsung bilang "gini aja deh,mbak bawa kain dengan warna yg mbak suka,nanti kita bikinin sepatunya". mulai saat itu, vans terkenal dengan konsep 'custom shoes'.Vans jadi makin terkenal waktu mereka memulai membuat sepatu untuk sekolah-sekolah,team-team olahraga & cheerleader di seluruh California selatan.Pada taun 1975 dua orang skateboarder dari Santa Monica yaitu Tony Alva dan Stacey Peralta ingin bikin sepatu custom yg lebih custom lagi.Sehabis berbicara Vans akhirnya membuat tambahan panel suede di bagian tumit dan dikasih label 'Off The Wall',yang mulai hari itu jadi nama dari skateboarding shoes line dari Vans. Mereka juga mulai mensponsori kedua skater-skater tadi.Mereka Membayar Stacey Peralta sebesar $300 yang mau tour keliling dunia, untuk selalu Memakai sepatu Vans dimana pun dia berada.Pada akhir taun 70an anaknya Paul Van Doren, Steve Van Doren melihaat sepatu temennya dicoret-coret dengan motif kotak-kotak kaya papan catur.Dia langsung berbicara sama Ayahnya,Lalu dia bikin slip-on checkerboard dengan warna putih bahan canvas dan warna item bahan karet di susun menjadi kotak-kotak, Lalu mereka mengeluarkan sepatu tersebut. Pada waktu yg sama,orang Universal Studios Hollywood meminta pasokan sepatu buat bikin film,Lalu Vans akhirnya mengirim stock checkerboard slip-ons dalam jumlah besar.Orang-orang film Fast Times at Ridgemont High itu langsung jatuh cinta & tergila-gila dengan sepatu itu mereka langsung menaruh sepatu itu di cover kaset/laser disc film itu dan juga mereka bikin scene di mana salah satu karakter film dipukul kepalanya pake sepatu tersebut.Setelah film itu keluar, Vans langsung kebanjiran order. Mereka yang selama ini tidak pernah menjual sepatu ke luar California mendadak dapet order dari seluruh Amerika. Ini menjadi kelahiran salah satu sepatu paling laku di dunia bahkan sampe sekarang yaitu The Checkerboard Vans Slip-Ons. Awal 80'an,adik Paul Van Doren,Jim,co-founder yang menjabat sebagai president waktu itu memutuskan untuk membuat sepatu di luar sepatu keds.Mereka membuat sport shoes.Mereka ingin menyaingin nike,adidas,reebok dan puma.Bisa dibilang hampir semua keuntungan yang mereka dapet dari penjualan Vans checkerboard slip-ons yang fenomenal, mereka hambur-hamburkan dengan membuat sepatu sport yang tentu saja, materialnya jauh lebih mahal dari sepatu keds yang simple.Mereka membuat sepatu-sepatu berkualitas bagus dan mahal untuk basket, sepakbola, tennis, baseball, gulat.Walaupun si Jim dinasihatin oleh Paul Van Doren supaya tidak usah berangan-angan menyaingin nike yg sudah mapan, tetapi si Jim tidak mau mendengar.Resultnya bisa ditebak,Vans merugi besar dan utang $11juta-12juta dan akhirnya para petinggi masuk pengadilan karena tidak bisa membayar hutang sama perusahaan-perusahaan bahan mentah untuk membuat proyek sepatu sport mereka. Akhirnya pengadilan memutuskan si Jim dikeluarin dari Vans dan Paul Van Doren menjadi pemilik tunggal Vans.Paul langsung meres otak banting tulang untuk membayar hutang.Dia memulai dengan cara merubah material sepatu Vans.Mereka cuma beli material dari perusahaan tempat mereka mengutang.Keuntungan perusahaan dipotong untuk membayar hutang.Akhirnya setelah 3 tahun, Hutangnya lunas.Selama 3 tahun itu mereka sama sekali tidak menjalankan bentuk promosi.Sialnya waktu itu ada perusahaan baru muncul yang berada di segmen yg sama dengan Vans, yaitu Vision Streetwear. Dan mereka langsung promosi besar-besaran.Vans terpuruk waktu itu.Tahun 88,Steve Van Doren diajak Ayahnya main tenis.Dia tahu kalau Ayahnya tidak pernah dan tidak bisa main tenis.Jadi dia berfikir Ayahnya ingin berbicara serius.Ayahnyanya bilang 'steve,apa yang ingin kamu jawab kalo ada orang datang ke kamu lalu menawar $75juta buat perusahaan kamu?' si steve tanpa pikir panjang menjawab 'jual.Ayah sudah siap untuk pensiun,enjoy life.apapun yg terjadi sama steve,steve akan baik-baik saja'.Akhirnya Vans dibeli oleh perusahaan McConval-Deluit Corp.Hak kepemilikan perusahaan Vans ada pada mereka selama 10tahun kedepan.Mereka yang mengatur Vans dengan membuat pabrik yang lebih besar di seluruh Amerika.Pada tahun 90an produksi mereka turun sehingga semua bentuk produksi dipindah ke luar Amerika di China tepatnya.Mereka juga memulai lebih involve dengan culture anak muda waktu itu.Teori mereka,target mereka yaitu teenagers,65% laki-laki dan 35% perempuan dan anak-anak muda di bawah 16 tahun belom bisa bawa mobil kemana2 (ga punya sim) jadi apa yg mereka lakukan?main skate, maen surf, bikes and stuff.Jadi mereka mengakomodasi those excact things.Mereka membuat The Warped Tour dengan menonjolkan musik punk-pop melodics yang populer di kalangan ABG labil waktu itu.Mereka membuat The Vans Triple Crown Skate Contest yang menjadi batu loncatan Tony Hawk sampe jadi skater kaya raya sekarang.Hollywood juga ngebuat film yang judulnya Lords of Dogtown yang more or less menceritakan skateboard & Vans.Sekarang Vans dimiliki oleh VF corp dan bernilai $400juta.VF corp sendiri perusahaan unik mereka melakukan semacam research2 dengan membeli perusahaan youth culture.Mereka pernah membeli Bilabong,Quiksilver dll.

Material:
Canvas
Denim
Ballistic Mesh: Sebuah material nilon dengan ketahanan luar biasa digunakan pada bagian teratas yang mana dapat mengalirkan udara dengan baik dan tahan terhadap goresan.
Glue
Rubber Outsoles

Akhirnya saya menulis lagi,gara-gara tugas kuliah management product..HAHA

Rabu, 15 Oktober 2008

TIKA



Untuk melanjutkan tulisan saya yang sebelumnya mengenai 10 lagu terbaik tokoh band independent lokal. Saya akhirnya berkesempatan menanyakan pada musisi/Solois wanita Indie kita, yaitu TIKA.


berikut kutipannya:




Izinkanlah saya untuk curang sedikit. Karena saya lebih suka angka 12 dibandingkan 10. Contohnya, kalau saya beli kancut di pasar pagi, saya selalu beli selusin, bukan 10. Jadi inilah selusin lagu favorit saya setelah saya pikirkan masak-masak(sebenernya sih gue nggak sanggup aja bikin 10.... susah boook... 12 aja udah banyak yang dipotong nih)


1. Little Girl Blue by Nina SimoneTalk about creepy…
this song makes every hair in your body stands up right from the intro. Membuat saya membayangkan seorang anak perempuan kesepian bermain ayunan di playground kosong di kala senja. Bagi saya, Nina Simone punya efek psikologis yang sulit dijelaskan.


2. Im Telech by Idan Raichel Project feat. Din AvivProyek musisi kugiran dari Israel.
Sangat simple, sangat indah. Notasinya nyaris sempurna. Ringan namun tidak klise. Aransemennya sederhana. Dinyanyikan oleh vokalis dengan salah satu vokal tercantik di dunia.
3. Dead in Motion by AntiPopConsortium
Album Arrythmia dari Anti Pop Consortium ini adalah salah satu album favorit saya. Headnodder Hip Hop dengan lirik yang absurd dan sound samples yang lebih absurd lagi.


4. Riders on the Storm by the Doors
Satu lagi lagu yang memberikan gambaran visual yang sangat jelas. Manzarek sebagai kuas dan Morrison sebagai catnya, and the rest of the band is the canvas. Hehehehe…. Sok puitis yah gue


5. If You Were in My Movie by Suzanne Vega
Suzanne Vega punya pengaruh yang besar sebagai refrensi musik dan lirik saya. Tanpa berakrobat vokal, dan tanpa aransemen rumit lagu-lagu Suzanne Vega sangat kuat. Album 99.9 F Degree adalah obat penenang yang manjur.

6. Runaway Del ShannonAn all time favorite classic.
Enak buat dinyanyikan dengan gitar bolong saat nongkrong bersama teman-teman. And the part whre it goes “I wonder… I waa waaa waaa waaa wonder”, everybody would always go into chorus and sing together!

7. Hey Dude by Kula Shaker
LAgu yang sangat tidak membosankan walau didengarkan ribuan kali. Membangkitkan semangat. Makes me feel like a man when you treat me like a woman… hehehe


8. Prototype by Outkast
I love outkast, so I just HAVE to put them in this list… Lagu ini liriknya sangat tak disangka-sangka. Dengan aransemen dan instrumentasi yang sangat tidak stereotipikal.


9. Black Cherry by Goldfrapp
Lagu romantis yang kadar manisnya pas! Ini lagu yang ingin saya putar pada pernikahan saya, andaikata suatu hari saya berubah pikiran dan memutuskan untuk menikah.

10. My Daddy Died on a Black Tuesday – Sula Mae and the Riverbank Kings
Lagu ini dibuat pada saat perbudakan masih legal di Amerika Serikat. Panjangnya 10 menit dan bercerita tentang seorang budak kulit hitam yang mati saat memetik kapas di Georgia. Sang with so much soul and sorrow. Unbelievably emotional.

11. Wild Flowers- Noa
Satu lagu lagi dari musisi Israel dengan notasi yang ribet tapi cantik banget. Every female singer-songwriter should learn from Noa.

12. Harvey’s Blues – by Bobb Quartet
Komposisi yang brillian dari Quartet experimental jazz asal Jakarta. Harvey’s blues ter-influence oleh musik traditional Israel (Israel lagiii???). A real mindblowing chaos!

MARCH

MARCH
written: adityo from Loud magazine


Terdengar teriakan lantang keras samar tak tentu arah, diambang batas nalar mereka berdiri, pada setiap fase emosi raga mereka bertahan. March Sebuah band yang terbentuk pada bulan Mei 2005. Mereka banyak dipengaruhi oleh band-band metal oldschool seperti Iron Maiden dan Helloween dan juga band metal semacam Trivium, Avenged Sevenfold,dll.

“Unsur Distorsi yang penuh Emosi Didalamnya”

Secara musikalitas March terdengar melodis dan harmonis,tanpa menghilangkan unsur distorsi yang penuh emosi didalamnya. Lalu sebaiknya anda definisikanlah sendiri bagaimana March menurut anda…

Personil :
Faddy(vocal/scream), Ryan(guitar), Erpe(bass), Erix(drums)

Kontak :
Marshallica-0817743217/02193696638



Thedyingsirens


Thedyingsirens

Written by Adityo
Monday, 02 October 2006

Berawal dari sebuah musik project garapan Pugar Restu Julian (Uga) yang juga sering dikenal sebagai drummer dan founder dari Cmon Lennon, Pop Up, dan Morning Bell. Project yang diberi nama Thedyingsirens ini dibentuk pada tahun 2002 dengan berkonsep pada acoustic dan electronic musik.Band ini akhirnya mulai muncul lagi ke permukaan semenjak Uga keluar dari Cmon Lennon dan mulai mencari beberapa personil untuk bermain bersama Thedyingsirens. Setelah melalui berbagai perjalanan panjang dan sempat beberapa kali berganti personil sebelum akhirnya di posisi terbarunya hingga kini. Dengan formasi terbaru yang terdiri dari Uga (Vocal,guitar), Aan (drums), Nourie (guitar/bass), Fino (keyboardis), dan Siska (bass/guitar).

Band Inipun sering menggempur event-event musik khususnya di Jakarta akhir-akhir ini. Band inipun sebelumnya telah merilis Album yang berisi 7 lagu dan satu lagu cover “A Girl Like You” dari Pete Yornserta ikut dalam Ost Thank You and Goodnight Mother dan Kompilasi Paviliun Do Re Mi. Selanjutnya kita tunggu saja rilisan terbaru mereka dengan formasi terbarunya dan eksistensi terhadap musik negeri ini……….!!
Contact :Satria Ramadhan(The manager) 0818496654

10 Lagu Terbaik versi Oomleo GE & Eka The Brandals

10 Lagu Terbaik versi Oomleo GE & Eka The Brandals
Written by Adityo Dobleh
Monday, 09 October 2006


Selagi gw jenuh dengan myspace dengan diiringi membuka acount-acount orang satu persatu, akhirnya selang berapa lama gw dihadapkan pada pemikiran tema yang akan kalian baca saat ini, gw berkesempatan bertanya pada tokoh-tokoh band independent lokal, lagu-lagu apa saja yang menurut mereka terbaik dengan 10 lagu terbaik diselingi penjelasannya.



Oomleo Goodnight Electric
hehe.. sip.. eh, ini, pertanyaan serius nih?duh.. gua belon pernah ditanya kaya gini.. akan gua jawab dengan hati nurani yang tulus dan ikhlas.. demi kelangsungan danau toba..: (eh, tapi ini adalah lagu terbaik menurut gua.. dan belum tentu gua suka banget sama lagu-lagu ini.. cuma, gua pikir semua nih lagu dahsyat semua..)



1. I am the walrus - The Beatles
(ini lagu dahsyat banget.. kalo misalnya ada seseorang dari generasi era rock/alternative 90'an - 2000'an yang samasekali nggak pernah denger lagu ini (dan mungkin, juga nggak pernah tau tipikal suara vokal john lennon), dan kemudian dia denger lagu ini on-air di radio, lalu dia pasti bakal kaget kalo sampe tau bahwa ternyata lagu ini dibuat tahun 1967)

2. Tomorrow never knows - The Beatles
(yang ini lebih parah lagi.. dibuat tahun 1966)

3. Girl from ipanema - Astrud gilberto / Tom jobim
(ini lagu pionir, semua orang yang cinta chord "major 7th" + "diminished" pasti pernah mendengarkan lagu ini)

4. Lately - Stevie wonder/ overjoyed - stevie wonder
(dua-duanya sama ajah.. bagus dan sempurna)
5. Creep - Radiohead
(ini sebuah lagu sempurna yang tanpa sadar bisa mempengaruhi beberapa gitaris di era 90'an - 2000'an untuk "nginjek" efek gitar ketika masuk 'reff', dan nanti setelah 'reff' selesai, efek gitarnya dimatikan lagi..)

6. And justice for all - Metallica
(ini lagu metal canggih..)

7. Under the bridge -Red hot chilli peppers
(kalo nggak ada lagu ini, rhcp nggak bakalan se-terkenal sekarang)

8. i'll be loving you (forever) - New kids on the block
(..bahwasannya, mereka adalah pioneer dan lagu² yang mereka nyanyi'in adalah juga bagus.. klop! nggak kaya' boyband jaman sekarang..)

9. Minor yours - chet baker + art pepper
(no comment.. ini lagu bagus.. compose+trumpet+sax yang paling oke yang pernah gua denger..)

10. sing, sing, sing - Benny goodman
(no comment.. ini dahsyatnya swing dahsyat..)



Eka The Brandals
10 lagu ya? Waduh..sebenernya 100 lagu juga ga bakal cukup, soalnya gw punya banyak lagu favorit. But you want 10? Ok, here we go...

10. Wake Up - Arcade Fire
Ini yang sekarang lagi jadi favorit gw. Diambil dari album 'Funeral' (Merge Record '2005). Lirik lagunya ngingetin kita untuk jangan buang2 waktu selagi muda.Trus bagus buat jadi 'starter song' waktu pagi.

9. Won't Get Fooled Again - The Who
Band yang bisa dijadi-in panutan sebagai contoh gimana dinamisme antar personil seharusnya bisa nyambung secara telepatik. Lagu ini jadi buktinya.

8. Head On - The Jesus and Mary Chain
Jim & William Reid dan dekadensi 80an. Nihilism never sounds so good

7. For Heaven's Sake - Billie Holiday
Buat yang sedang jatuh cinta. Lagu ini hampir bisa ngewakilin perasaan kamu.

6. Crosstown Traffic - Jimi Hendrix
Di tangan Hendrix, semuanya kedengaran ajaib dan magical. Bosen & kesel kalo kena macet? Pasang lagu ini kenceng2.

5. Bodies - Sex Pistols
Artikulasi marah2-nya Rotten pol banget di lagu ini. The best Pistols track, no doubt!

4. Seek & Destroy - Iggy & The Stooges
Kalo gue lagi kesel, gw pasang lagu ini dan gw bilang ke masalah gw : Just fuck off and DIE!!!

3. Can You Hear Me Knockin'? - The Rolling Stones
Diambil dari album Sticky Fingers waktu personil Stones lagi getol2-nya jadi junkie. Now wonder all the songs are fucking excellent

2. Girl - The Beatles Sebenernya lagu John Lennon.
Ini mungkin langkah awalnya sebelom dia nulis 'Woman'. Lagi patah hati gara2 cewe? lagu inilah yang pas buat pengiring-nya

1. Changes - David Bowie My all time fave!
Lagu yang cerita kalo manusia itu pada dasarnya harus berubah, bergerak, maju kedepan untuk jadi lebih baik dari kemaren.